Senin, 18 Januari 2010

AA MENANG TELAK DI PEMIRA UNDIP 2009

BERIKUT adalah jumlah suara dari penghitungan Pemira tahun 2009. Adiyatma-Aris memperoleh 3.975 suara sedangkan Ali-Sahlan hanya 1.652 suara dari 5.635 surat suara yang sah dan 618 surat suara yang tidak sah. Untuk partai, Partai Samudra 796 suara, PKM 1.235 suara, Partai Andalan 1.495 suara, PPS 389 suara, Partai Semesta 750 suara, dan Partai Kandang 379 suara dari 4.874 surat suara yang sah dan 473 surat suara yang tidak sah. Rangkaian kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) telah berakhir ditandai dengan diumumkannya Adiyatma dan Aris menjadi Presiden dan Wakil Presiden berakhir pada (17/12). 

Komisi Pemilihan Raya (KPR) mengundang seluruh Calon Presiden dan partai. Namun yang datang hanya Partai Andalan dan Presiden BEM terpilih. KPR mempublikasikan pasangan presiden dan senator terpilih pada Rabu (23/12) melalui pamflet. Pelaksanaan Pemira berjalan aman dan tidak ada pelanggaran. Hal ini dibenarkan oleh ketua umum Partai Andalan, Syailendra. Namun, mahasiswa Sastra Inggris 2007 tersebut menilai masih ada beberapa kekurangan terkait kinerja KPR. “Rentang waktu dalam publikasi hingga pelaksanaan kurang lama, dan banyak terjadi masalah teknis ketika pelaksanaan Pemira di beberapa fakultas,” katanya. Tidak dipungkiri terselenggaranya kegiatan ini juga merupakan hasil kerja keras KPR. KPR yang diketuai Husein Fatazami ini direkrut BEM melalui Senat tiap fakultas.
Pembantu Rektor III Undip, Sukinta, mengatakan, “Pemira pada intinya diberikan dari, oleh,untuk mahasiswa. Pihak rektorat  mengalokasikan khusus untuk BEM dan Senat tetapi masih terbatas sekitar 7,5 juta”. Sukinta juga menghimbau dalam berkampanye dalam kampus dilarang membawa nama daerah.
Persiapan
Pesta demokrasi yang diadakan selama setahun sekali ini memulai rangkaian kegiatan dimulai pendaftaran bakal calon presiden, wakil presiden, partai, pamfletisasi tentang pelaksanaan Pemira di tiap fakultas, hingga agenda kampanye. Kampanye dibuat semenarik mungkin dengan melibatkan dosen sebagai panelis. Ini semua bertujuan untuk menarik animo mahasiswa pada Pemira. Calon Presiden BEM nomor urut satu adalah Adiyatma Nugroho (Fakultas Ekonomi) dan Aris Prakesa (Fakultas Teknik) dan nomor urut dua adalah Ali Purnomo (Fakultas Kesehatan Masyarakat) dan Ahmad Qi Sahlan (Fakultas MIPA). Partai yang lolos seleksi diantaranya, Partai Samudra, PKM, Partai Andalan, PPS, Partai Semesta, dan Partai Kandang. Menurut Ketua KPR,Husein, jumlah surat suara yang disediakan tahun ini mencapai 24.000 lembar, masing-masing 12.000 lembar untuk memilih Capres dan 12.000 lembar lagi untuk memilih partai. “Jumlah tersebut merupakan acuan dari tahun kemarin yang cuma 8.000 lembar surat suara yang masuk. Targetnya tahun ini 10.000 lembar namun ditambah cadangan 2.000 lembar lagi,” katanya.
Hari Pencontrengan
Pencontrengan dilaksanakan di tiap-tiap fakultas pada Kamis (10/12) pukul 08.00-17.00. Setelah proses penghitungan, data dan bukti surat suara dikirim kembali ke BEM. Di sana BEM melakukan perekapan berita acara. “KPR percaya dengan kinerja para Panitia Pemilihan Raya (PPR) di fakultas. Apalagi setiap penghitungan di fakultas dihadiri oleh saksi dari partai yang menyaksikan langsung,” kata Husein. Sedangkan untuk pengaduan pelanggaran dilakukan maksimal satu hari setelah pemilihan. Dalam proses rekap data terjadi keterlambatan. Hal ini karena Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan Fakultas Psikologi terlambat mengirim data dan berita acara. Jurusan Sejarah dan Kersipan melaksanakan Pemira pada Senin (14/12) karena belum siap surat suara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar